
Setelah beberapa bulan berada dalam rahim ibu, tibalah saat kelahiran yang sangat dinanti- nantikan oleh para ibu dan bapa. Bagi setiap manusia, kita telah melalui sistem yang telah sempurna yang sudah dipersiapkan dalam tubuh ibu, dan setiap orang melalui tahap-tahap perkembangan yang sama.
Kelahiran adalah satu proses yang sangat mempesonakan. Bayangkan seorang manusia yang masih belum mengerti apa- apa akan dilahirkan ke dunia yang penuh mehnah dan cabaran ini. Bayi yang berkembang di dalam ruang terlindung yang dipersiapkan khusus di dalam rahim ibunya, lahir ke dunia setelah melalui tempoh waktu yang tertentu. Perincian peristiwa yang menakjubkan ini akan membawakepada kesimpulan yang sangat penting setiap orang yang merenungkannya . Mari kita bersama-sama meraih kesimpulan ini dengan cara meneliti setiap dalam perkembangan bayi.
Plasenta merupakan jaringan daging yang terbentuk di dalam tubuh wanita agar telur yang telah disenyawakan dapat melekat pada dinding rahim. Plasenta mengandungi struktur pembuluh darah yang halus, yang dipersiapkan untuk keperluan bayi yang sedang berkembang. Pembuluh ini seperti cabang-cabang pohonyang menghubungkan ibu dan bayi dan saling mempertukarkan bahan-bahan.
Darah ibu dan darah bayi tidak pernah bercampur, akan tetapi zat makanan dan oksigen dapat melintasi darah ibu ke darah bayi, sedangkan kotoran dibuang dari darah bayi dan akhirnya dikeluarkan oleh tubuh sang ibu. Maha Suci Allah S.W.T yang menciptakan manusia dengan sebaik- baik kejadian.
Fungsi plasenta sangat penting karena jaringan ini harus memenuhi semua keperluan bayi, sekaligus harus selektif agar dapat melindunginya. Pertukaran pada plasenta dapat berlaku melalui selaput tipis yang disebut “chorion.” Selaput ini memisahkan peredaran darah bayi dari darah ibunya. Dengan adanya selaput ini, darah ibu tidak dapat masuk ke pembuluh darah bayi manakala Sang bayi hanya menerima oksigen dan zat makanan melalui selaput ini.
Nutrisi yang diperlukan oleh bayi selama bulan-bulan pertama hidupnya berbeza dari apa yang diperlukannya pada bulan ke lapan dan ke sembilan iaitu pada saat-saat menjelangnya kelahiran. Plasenta juga harus menyesuaikan situasi ini dalam penentuan zat makanan. Sebenarnya, plasenta menjalankan semua fungsi ini dengan cara yang sangat sempurna tanpa sedikitpun kesalahan dan cacat cela. Plasenta juga biasanya peka akan jumlah zat yang harus diambilnya dan sangat berhati-hati dalam hal ini.
Di saat ini, terdapat beberapa persoalan yang perlu diutarakan.
Pertama, ada pertanyaan tentang bagaimana plasenta, yang berupa jaringan yang terdiri dari sejumlah sel, dapat membuat perhitungan seperti ini. Begitu pula, pertanyaan tentang bagaimana plasenta tahu akan keperluan bayi. Pesoalan ini juga memerlukan jawapan. Orang yang berakal akan segera menyedari bahawa sepotong daging yang disebut plasenta tidak dapat melakukan hal ini dengan begitu saja dan tidak mungkin sifat yang sangat istimewa ini berlaku secara kebetulan.
Dalam hal ini, fakta yang kita peroleh sekali lagi sangatlah jelas bahawasanya Allah S.W.T menciptakan plasenta lengkap dengan karakteristik yang bersesuaian dengan keperluan bayi di dalam rahim ibu. Keajaiban kelahiran adalah contoh lain lagi yang menampilkan keagungan Allah S.W.T dalam penciptaan.
Allah S.W.T berfirman di dalam Al Qur‘an:
Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah. Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang, dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuh-mu. (QS. Al Infithaar, 82: 6-8)
Maha Suci Allah yang menciptakan manusia dengan sebaik- baik kejadian......
Posted by
bait aqsa



0 comments:
Post a Comment